Senin, 08 April 2013

Kisah dan filosofi sebuah layang-layang



Ku lihat sekilas benang yang lurus terpancang mengikatku. Dari titik itulah aku akan memulai segalanya. Saat tangan yang memegangKu terlepas, setting keseimbanganKu akan otomatis berjalan dan tarikan demi tarikan menaikkan diriKu perlahan ke angkasa “kata simerah pada sihitam”. Layang-layang merah pun melanjutkan ceritanya tentang indahnya mengudara diangkasa.
Sebuah hal yang wajar bila kau merasa senang karena bisa terbang. Kau akan senang karena bisa melihat luasnya dunia. Dan kini banyak orang yang melihat dirimu “tukas sihitam”.
Kini aku mulai terulur oleh tangan yang mulai pudar. Meski aku masih bisa terbang dan mengudara sepertimu.Tetapi aku tak menikmati sepoy angin yang menggelitik itu. Kamu tahu kenapa??karena tangan itu tak pernah lagi seirama ketika mengulurku. Tangan itu mulai mengulur dan menarik-narik taliku,tanpa peduli tali yang mengikatku.Aku ingin tenang disana (Langit),dan aku ingin melihat tangan itu disitu (Bumi). Memang jauh,tapi setidaknya aku bisa menikmati tangan itu dari kejauhan dan kadang terlupakan “kata sihitam”.
Setelah berkisah tentang sedikit kata-kata tentang sebuah laying-layang merah dan layang-layang hitam tadi. Sekarang waktunya kita buat berbagi tentang ilmu.
Pernahkah kalian mendengar filosofi layang-layang???sudah. Ooke trimakasih :p…
Layang-layang itu memiliki beberapa filosofis ,diantaranya ;
  1. Memiliki impian yang tinggi. Semakin tinggi,semakin baik.Dan semakin tinggi pula, semakin besar godaan,ujian yang muncul. Seperti kehidupan, semakin kuat iman seseorang, ujian yang diberikan Allah sesuai dengan kualitas keimanannya.
  2. Bersyukur kepada Allah Yang Maha Penguasa, yang mengatur segala hal dalam kehidupan kita. Allah selalu memberikan yang terbaik dunia dan akhirat. Dan memang, tujuan utama dari hidup di dunia adalah akhirat.
  3. Keseimbangan yang harus selalu dijaga, seperti halnya dalam kehidupan rumah tangga kelak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar